Sunday, December 7, 2014

8:37 PM - No comments

Crossover The Flash dan Arrow


Gue bukan fanboy yang terspesifik ke Marvel atau DC Comics, gue menikmati keduanya. Di layar lebar, Marvel yang kita tau sudah tak terbendung lagi. DC mencoba bangkit dengan Man of Steel, lalu puncaknya akan ada Batman vs Superman yang dirilis 2016 nanti. Di versi animasi, Justice League berpusat pada dua tokoh, Batman dan Superman. The brain and muscle. Kita menantikan keduanya berkolaborasi.

Untungnya kita tak perlu lama menunggu kolaborasi the brain and muscle di universe DC. The CW, menghadirkannya lewat crossover serial Arrow dan The Flash. Oliver Queen (The Arrow) yang merupakan manusia biasa namun memiliki skill panah sekelas atlit Olimpiade dan kelihaian dalam mengatur strategi dalam bertempur mengingatkan kita pada sosok Batman. Di sisi lain, ada Barry Allen The Flash, the fastest man alive, rada-rada mirip Superman.

Walaupun agak sulit diterima logika karena dalam universe masing-masing, dua serial ini mengambil latar belakang yang berbeda. Arrow, yang realistis. Sedangkan The Flash, berada di dunia yang percaya akan adanya kekuatan super. Namun, kolaborasi keduanya cukup memuaskan, terlebih duel keduanya yang menurut gue, pas banget.

Hal lain yang menarik adalah sesi practice, dimana Oliver mengajari Barry untuk mengenali lokasi tempurnya sebelum beraksi. Hal menunjukan bahwa pengalaman juga penting disamping kekuatan super.

Crossover ini dibagi 2 episode. Satu untuk The Flash, satu untuk Arrow. Di Central City kita akan disuguhi pertarungan kedua jagoan ini, lalu di Starling City keduanya akan berkolaborasi mengharapi Captain Boomerang. Meskipun ada hal menggelitik seperti, Barry bisa dengan mudah mengalahkan Captain Boomerang yang hanya manusia biasa, meski tanpa bantuan Oliver.


Mungkin di season selanjutnya akan ada crossover yang lebih menantang lagi untuk keduanya. I’m so exciting.
»»  Selanjutnya...

Monday, October 27, 2014

1:30 AM - No comments

Inspirasi Sebuah Galon

Tahukah anda bahwa energi otak ketika baru bangun tidur bisa menghidupkan lampu selama 24 jam. Sori, gue lupa kemaren lampu berapa watt yang dimaksud. Oh, ternyata ini jadi jawaban kenapa gue bisa sangat cerdas selepas bangun tidur. Contohnya, pagi ini setelah bangun tidur gue baru mengerti hubungan antara tekanan dan laju alir pada ruang yang tertutup.


Sebenernya bukan ini galonnya


Sekitar sebulan yang lalu, gue beli galon yang bawahnya ada keran. Ketika akan digunakan, gue heran kenapa gak keluar-keluar airnya. Gue tusuk-tusuk kerannya, mengasumsi ada yang kesumbat pada salurannya. Ternyata gak ada perubahan, air tetap gak keluar. Gue mulai bersuudzon pada si penjual galon.

Namun ternyata, jawabannya terletak pada tutupnya. Ketika tutupnya dibuka, maka air bisa mengucur deras. Gue lega, tanpa bener-bener mengerti secara sains apa yang terjadi.

Pagi ini gue dapat jawabannya sesaat setelah bangun tidur. Begini hubungannya, ketika galon yang berisi penuh ditutup rapat, maka tekanan di dalam galon lebih rendah daripada di luar (tak ada udara di dalam). Hal ini lah yang mengakibatkan air tak mau keluar, karena ini menentang hukum kesetimbangan. Laksana vakum cleaner yang yang mampu menyedot debu karena tekanan di dalam alat lebih kecil dari tekanan lingkungan sekitar.


Hal yang sama berlaku pada transfer minyak/gas pada tangki timbun ke mobil tangki. Selalu ada pipa vapour, disamping pipa liquid. Kerja pompa akan berat jika tidak ada injeksi udara ke dalam tangki tujuan disaat yang bersamaan. Semuanya tentang tekanan, kawan. Liquid masuk, lalu uap keluar. Dengan ini tak akan ada, tarikan balik akibat tekanan vakum di tangki tujuan. Hal ini sudah lama dijelaskan mentor gue ketika gue magang kemarin, namun saat itu gue hanya mengangguk tanpa benar-benar mengerti. Terimakasih galon.
»»  Selanjutnya...

Sunday, September 21, 2014

5:12 AM - No comments

Mereka yang Terlatih Patah Hati

Sebagai catatan, sebelum posting ini dianggap sebagai materi promosi bagi mereka yang terlibat. Gue ingin meluruskan bahwasanya posting ini hanya berlandaskan iseng dan semangat mengkristalisasi penderitaan teman-teman yang terlibat.

Dunia modern dewasa ini menuntut seorang laki-laki harus mapan jika ingin hidupnya ditemani seorang wanita. Dibelakang pria yang sukses terdapat wanita yang selalu mendukungnya. Gua lupa itu quote siapa namun tampaknya kata bijak ini tak berlaku bagi sebagian temen-temen gue. Mereka muda, bertalenta, dan saat ini bekerja di sebuah perusahaan yang masuk dalam Fortune 500. Tapi jangankan wanita, lalat betina aja males deketin mereka. Berikut kita bahas satu per satu.

Fadel Bairuni
Pria asli Lamongan ini mengaku masih betah menyendiri sambil sesekali mengenang mantan. Konon, ksatria berjenggot ini ditinggal mantannya yang menikah dengan pria lain yang jenggotnya lebih seksi. Saat ini, dia bekerja di DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) Ngurah Rai, Bali. Dengan semangat mencari bule-bule yang senasib dengannya, Fadel tampak semakin bersemangat belajar bahasa asing. Selain itu, Fadel juga pandai memainkan ukulele sambil memainkan lagu favoritnya, “Masa Lalu by Wiwik Sagita”.

Muhammad Rizal Fathurrahman
Biasa dipanggil Fatur, pria bersuara platinum ini bisa dibilang tidak jelek-jelek amat. Namun sayang, perjaka Bandung ini sering digantung, di-PHP, lalu dilepehin kayak permen karet yang udah gak manis lagi oleh gebetan-gebetannya. Fatur hingga posting ini diturunkan bekerja sebagai pengisi avtur di Bandara Halim Perdanankusumah. Selain itu, dia punya pengalaman unik ketika hanya jadian selama seminggu dengan pacarnya, sebelum akhirnya si wanita tersadar dari kekhilafannya.

Muhammad Nur Firdaus
Daus berasal dari desa kecil di pinggir Pantura, Kendal. Berpengalaman bergonta-ganti perusahaan namun hal yang sama tidak berlaku di dunia asmara. Menurut legenda yang beredar, kulit hitam eksotisnya berasal dari tumpahan kopi ketika ia masih bekerja di sebuah perusahaan kopi ternama di tanah air. Saat ini, Daus bekerja di Depot LPG Balongan yang katanya mengandung sedikit spesies wanita. Sebagai catatan, Daus adalah pria yang mudah dirayu, dia pernah merelakan uang pengelolaan pensiunnya hanya untuk sebuah Powerbank.

Aji Maulana Akbar
Dengan kepercayaan diri yang tinggi Aji sudah memiliki modal yang mumpuni untuk mendekati gadis-gadis. Pencinta wanita ini sayangnya terlalu banyak planning ketika mendekati wanita, sehingga si incaran terkadang sudah ditangkap saingannya duluan. Aji yang berasal dari kota kembang, Bandung saat ini bekerja di Terminal BBM Tanjung Gerem. Selain pandai mengurusi bensin, Aji juga ahli dalam desain grafis. Semoga ada mbak-mbak Indomaret yang bisa didesain hatinya disana.


Bagi para wanita di luar sana yang ingin mengakhiri mimpi buruk temen-temen gue di atas. Silahkan buka Facebook, dan search nama di atas, dan berkenalan lah. Kalo mereka jual mahal, kasih tau gue.
»»  Selanjutnya...

Thursday, September 18, 2014

7:29 PM - No comments

Review Buku: Sabtu Bersama Bapak



Sebelumnya gue belum terlalu mengenal karya-karya Adhitya Mulya. Yang gue tau dia penulis novel Jomblo. Sempet ada rekomendasi dari temen sekantor tentang novel berjudul Sabtu Bersama Bapak, gue akhirnya memutuskan untuk membeli novel ini. 


 
Dikisahkan Gunawan Garnida mengidap sebuah penyakit kanker yang akan segera mengakhiri hidupnya. Gunawan yang memiliki dua anak laki-laki bernama Satya dan Cakra bertekad untuk akan selalu ada untuk mendidik anaknya meski nanti maut akan memisahkannya dari anak-anaknya.

Bersama sang istri Ibu Itje, sang bapak membuat kumpulan video-video untuk anak-anaknya dengan indeks pembahasan masalah yang berbeda-beda. Selepas kepergian Gunawan, di setiap hari Sabtu bada Ashar, Satya dan Cakra menonton video dari Bapaknya. Sabtu bersama Bapak.

Novel ini tak hanya menceritakan tentang bagaimana menjadi Bapak yang baik tapi juga bagaimana menjadi suami, anak dan serta istri yang baik.

Karakter yang ada juga menarik. Cakra yang jomblo ngenes, Satya yang emosional dan Ibu Itje yang penyayang anaknya. Diselipi humor-humor segar khas anak muda jaman sekarang, membuat novel ini sedikit berwarna meski berlatar belakang kisah kematian. Kesedihan yang ada juga terkesan gak cengeng. Cerita ini juga terkadang membuat kita berkaca tentang hidup kita selama ini. Setelah novel ini, tampaknya gue bakal hunting lebih banyak buku Adhitya Mulya deh.
»»  Selanjutnya...

Monday, August 25, 2014

9:41 PM - No comments

Mereka yang Berjasa Menciptakan Masalah



Alkisah Habil dan Kabil, dua anak Nabi Adam yang berantem gara-gara rebutan pasangan hidup. Gue lupa siapa yang bunuh siapa, tapi intinya masalah pertama di muka bumi ini adalah karena cinta. Iya, cinta. Eh, bentar-bentar itu cinta atau nafsu sih?

Telenovela di atas terus berlanjut hingga saat ini. Lihat aja sinetron kita, dua insan saling jatuh cinta, lalu ada orang ketiga. Dari episode pertama sampai 1500 yang jadi problem adalah cinta, gak aplikatif banget.

Lalu kita hidup di dunia nyata. Wah, ada setan yang lebih besar dari cinta ternyata. Siapa dia? Uang. Sebelum era uang, nabi Adam gak perlu repot-repot cari uang buat makan. Ini siapa yang nyiptain uang? Perlu dicari orangnya buat diadili. Apa mungkin dulu yang nyiptain uang sudah gak pusingkan lagi masalah cinta, jadi dia buat masalah baru, harta.

Pusinglah gue nyari siapa penemu uang, lalu gak sengaja hidupin TV dan ada kisruh-kisruh di MK (Makanan Kecil, eh Mahkamah Konstitusi). Satu bekas calon jawara yang katanya udah punya asset triliunan itu ngebet banget berkuasa, bertahta. Loh, kan dia punya uang. Apa mungkin karena dia sudah tak lagi pusingkan cinta dan harta dia jadi cari dimensi masalah baru, tahta.
»»  Selanjutnya...

Sunday, August 24, 2014

9:31 PM - No comments

Surat Terbuka Untuk Presiden Baru


Wahai Presiden kami yang baru. Ini adalah surat terbuka dari saya, seorang karyawan biasa yang bekerja di Padang. Keluarga saya tinggal di Palembang, pacar saya tinggal di Jakarta. Tadi pagi tak sengaja saya membaca berita di Yahoo! Yang isinya pemerintahan Bapak akan membangun jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Ya semacam shinkansen Jepang, di kemudian hari Jakarta-Bandung bisa ditempuh dalam waktu 37 menit.


Membaca berita ini saya merasa teriris pak. Bagaimana tidak, Jakarta-Bandung sudah punya jalur tol. Jarak 146 Km bisa ditempuh hanya dalam waktu 2 jam. Bapak bisa bayangkan kami yang berada di luar Jawa harus pusing memikirkan waktu mudik. Misalkan saya mau pulang ke Palembang, itu harus transit dulu ke Batam lalu ke Palembang. Pulang pergi sudah 2 juta lebih. Belum waktu transit yang bisa makan waktu 5 jam di bandara.


Kalau Bapak bangunkan juga kami jalur kereta cepat di Sumatera ini. Saya bisa pulang seminggu sekali. Saya bisa jenguk orang tua lebih sering. Okelah kalo Bapak bilang frekuensi penumpang Jakarta-Bandung tak sebanyak Padang-Palembang tapi kan kami juga bayar pajak, Pak. Bukankah sila kelima itu bunyinya, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.


Saya pilih Bapak loh di Pilpres kemarin. Makanya saya buat surat ini supaya saya bisa pastikan pilihan saya gak salah. Saya baru kasih gambaran Sumatera, Bapak bisa bayangkan penderitaan saudara kita yang tinggal di Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.


Salam.

»»  Selanjutnya...