Sunday, September 21, 2014

5:12 AM - No comments

Mereka yang Terlatih Patah Hati

Sebagai catatan, sebelum posting ini dianggap sebagai materi promosi bagi mereka yang terlibat. Gue ingin meluruskan bahwasanya posting ini hanya berlandaskan iseng dan semangat mengkristalisasi penderitaan teman-teman yang terlibat.

Dunia modern dewasa ini menuntut seorang laki-laki harus mapan jika ingin hidupnya ditemani seorang wanita. Dibelakang pria yang sukses terdapat wanita yang selalu mendukungnya. Gua lupa itu quote siapa namun tampaknya kata bijak ini tak berlaku bagi sebagian temen-temen gue. Mereka muda, bertalenta, dan saat ini bekerja di sebuah perusahaan yang masuk dalam Fortune 500. Tapi jangankan wanita, lalat betina aja males deketin mereka. Berikut kita bahas satu per satu.

Fadel Bairuni
Pria asli Lamongan ini mengaku masih betah menyendiri sambil sesekali mengenang mantan. Konon, ksatria berjenggot ini ditinggal mantannya yang menikah dengan pria lain yang jenggotnya lebih seksi. Saat ini, dia bekerja di DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) Ngurah Rai, Bali. Dengan semangat mencari bule-bule yang senasib dengannya, Fadel tampak semakin bersemangat belajar bahasa asing. Selain itu, Fadel juga pandai memainkan ukulele sambil memainkan lagu favoritnya, “Masa Lalu by Wiwik Sagita”.

Muhammad Rizal Fathurrahman
Biasa dipanggil Fatur, pria bersuara platinum ini bisa dibilang tidak jelek-jelek amat. Namun sayang, perjaka Bandung ini sering digantung, di-PHP, lalu dilepehin kayak permen karet yang udah gak manis lagi oleh gebetan-gebetannya. Fatur hingga posting ini diturunkan bekerja sebagai pengisi avtur di Bandara Halim Perdanankusumah. Selain itu, dia punya pengalaman unik ketika hanya jadian selama seminggu dengan pacarnya, sebelum akhirnya si wanita tersadar dari kekhilafannya.

Muhammad Nur Firdaus
Daus berasal dari desa kecil di pinggir Pantura, Kendal. Berpengalaman bergonta-ganti perusahaan namun hal yang sama tidak berlaku di dunia asmara. Menurut legenda yang beredar, kulit hitam eksotisnya berasal dari tumpahan kopi ketika ia masih bekerja di sebuah perusahaan kopi ternama di tanah air. Saat ini, Daus bekerja di Depot LPG Balongan yang katanya mengandung sedikit spesies wanita. Sebagai catatan, Daus adalah pria yang mudah dirayu, dia pernah merelakan uang pengelolaan pensiunnya hanya untuk sebuah Powerbank.

Aji Maulana Akbar
Dengan kepercayaan diri yang tinggi Aji sudah memiliki modal yang mumpuni untuk mendekati gadis-gadis. Pencinta wanita ini sayangnya terlalu banyak planning ketika mendekati wanita, sehingga si incaran terkadang sudah ditangkap saingannya duluan. Aji yang berasal dari kota kembang, Bandung saat ini bekerja di Terminal BBM Tanjung Gerem. Selain pandai mengurusi bensin, Aji juga ahli dalam desain grafis. Semoga ada mbak-mbak Indomaret yang bisa didesain hatinya disana.


Bagi para wanita di luar sana yang ingin mengakhiri mimpi buruk temen-temen gue di atas. Silahkan buka Facebook, dan search nama di atas, dan berkenalan lah. Kalo mereka jual mahal, kasih tau gue.
»»  Selanjutnya...

Thursday, September 18, 2014

7:29 PM - No comments

Review Buku: Sabtu Bersama Bapak



Sebelumnya gue belum terlalu mengenal karya-karya Adhitya Mulya. Yang gue tau dia penulis novel Jomblo. Sempet ada rekomendasi dari temen sekantor tentang novel berjudul Sabtu Bersama Bapak, gue akhirnya memutuskan untuk membeli novel ini. 


 
Dikisahkan Gunawan Garnida mengidap sebuah penyakit kanker yang akan segera mengakhiri hidupnya. Gunawan yang memiliki dua anak laki-laki bernama Satya dan Cakra bertekad untuk akan selalu ada untuk mendidik anaknya meski nanti maut akan memisahkannya dari anak-anaknya.

Bersama sang istri Ibu Itje, sang bapak membuat kumpulan video-video untuk anak-anaknya dengan indeks pembahasan masalah yang berbeda-beda. Selepas kepergian Gunawan, di setiap hari Sabtu bada Ashar, Satya dan Cakra menonton video dari Bapaknya. Sabtu bersama Bapak.

Novel ini tak hanya menceritakan tentang bagaimana menjadi Bapak yang baik tapi juga bagaimana menjadi suami, anak dan serta istri yang baik.

Karakter yang ada juga menarik. Cakra yang jomblo ngenes, Satya yang emosional dan Ibu Itje yang penyayang anaknya. Diselipi humor-humor segar khas anak muda jaman sekarang, membuat novel ini sedikit berwarna meski berlatar belakang kisah kematian. Kesedihan yang ada juga terkesan gak cengeng. Cerita ini juga terkadang membuat kita berkaca tentang hidup kita selama ini. Setelah novel ini, tampaknya gue bakal hunting lebih banyak buku Adhitya Mulya deh.
»»  Selanjutnya...

Monday, August 25, 2014

9:41 PM - No comments

Mereka yang Berjasa Menciptakan Masalah



Alkisah Habil dan Kabil, dua anak Nabi Adam yang berantem gara-gara rebutan pasangan hidup. Gue lupa siapa yang bunuh siapa, tapi intinya masalah pertama di muka bumi ini adalah karena cinta. Iya, cinta. Eh, bentar-bentar itu cinta atau nafsu sih?

Telenovela di atas terus berlanjut hingga saat ini. Lihat aja sinetron kita, dua insan saling jatuh cinta, lalu ada orang ketiga. Dari episode pertama sampai 1500 yang jadi problem adalah cinta, gak aplikatif banget.

Lalu kita hidup di dunia nyata. Wah, ada setan yang lebih besar dari cinta ternyata. Siapa dia? Uang. Sebelum era uang, nabi Adam gak perlu repot-repot cari uang buat makan. Ini siapa yang nyiptain uang? Perlu dicari orangnya buat diadili. Apa mungkin dulu yang nyiptain uang sudah gak pusingkan lagi masalah cinta, jadi dia buat masalah baru, harta.

Pusinglah gue nyari siapa penemu uang, lalu gak sengaja hidupin TV dan ada kisruh-kisruh di MK (Makanan Kecil, eh Mahkamah Konstitusi). Satu bekas calon jawara yang katanya udah punya asset triliunan itu ngebet banget berkuasa, bertahta. Loh, kan dia punya uang. Apa mungkin karena dia sudah tak lagi pusingkan cinta dan harta dia jadi cari dimensi masalah baru, tahta.
»»  Selanjutnya...

Sunday, August 24, 2014

9:31 PM - No comments

Surat Terbuka Untuk Presiden Baru


Wahai Presiden kami yang baru. Ini adalah surat terbuka dari saya, seorang karyawan biasa yang bekerja di Padang. Keluarga saya tinggal di Palembang, pacar saya tinggal di Jakarta. Tadi pagi tak sengaja saya membaca berita di Yahoo! Yang isinya pemerintahan Bapak akan membangun jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Ya semacam shinkansen Jepang, di kemudian hari Jakarta-Bandung bisa ditempuh dalam waktu 37 menit.


Membaca berita ini saya merasa teriris pak. Bagaimana tidak, Jakarta-Bandung sudah punya jalur tol. Jarak 146 Km bisa ditempuh hanya dalam waktu 2 jam. Bapak bisa bayangkan kami yang berada di luar Jawa harus pusing memikirkan waktu mudik. Misalkan saya mau pulang ke Palembang, itu harus transit dulu ke Batam lalu ke Palembang. Pulang pergi sudah 2 juta lebih. Belum waktu transit yang bisa makan waktu 5 jam di bandara.


Kalau Bapak bangunkan juga kami jalur kereta cepat di Sumatera ini. Saya bisa pulang seminggu sekali. Saya bisa jenguk orang tua lebih sering. Okelah kalo Bapak bilang frekuensi penumpang Jakarta-Bandung tak sebanyak Padang-Palembang tapi kan kami juga bayar pajak, Pak. Bukankah sila kelima itu bunyinya, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.


Saya pilih Bapak loh di Pilpres kemarin. Makanya saya buat surat ini supaya saya bisa pastikan pilihan saya gak salah. Saya baru kasih gambaran Sumatera, Bapak bisa bayangkan penderitaan saudara kita yang tinggal di Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.


Salam.

»»  Selanjutnya...

Sunday, August 17, 2014

6:11 PM - No comments

Game Of "F*cking" Thrones

This article contains spoiler! If you haven’t watched it yet, don’t kid yourself

Kampreeet!!!

George R. R. Martin adalah penulis terkampret yang lahir di muka bumi ini. Setelah menamatkan episode 8 Season 4 Game Of Thrones gua mengutuk bapak dengan jenggot tebel itu. Karakter yang mulai gua sukai, Oberyn Martell dimatikan begitu aja dengan cara yang sangat ironis….



Haduhhh…

Ah, gua baru aja mulai ikhlas dengan kematian si Mr, Clean Eddard Stark, lalu anaknya Robb. Tapi Oberyn, demi apa…gua kesel abis.


Awas aja kalo dia berani matiin Tyrion Lannister. Banyak yang bakal bunuh diri kali. 
»»  Selanjutnya...

Monday, July 28, 2014

9:07 PM - 3 comments

Penulis yang Senewen

Premisnya adalah pusing gak dapet panggilan kerja. Oke, waktu itu gue pusing udah muter-muter sampai ke Pulau Jawa sekitar 3 bulan lebih mencari perusahaan yang mau menerima gue sebagai kulinya. Layaknya seorang pengangguran gue jadi sering buka Twitter, gue membaca sebuah tweet lowongan penulis freelance di sebuah portal berita sepakbola yang cukup dikenal karena akun twitter-nya sangat nyinyir. Suka ngatain klub-klub sepakbola. Tau kan pasti.

Iseng, gue kirim artikel contoh dan ternyata berlanjut ke masa trial yang lamanya sekitar satu minggu. Singkat kata singkat cerita gue di-hire dan dapet honor 1,5 juta+100 ribu (uang modem) setiap bulannya. Frekuensi nulisnya sungguh gila-gilaan, 10 artikel sehari.

Mekanismenya adalah, gue dikirim bahan berita yang harus diolah jadi artikel. FYI, semua artikelnya gak ada yang berbahasa Indonesia. Semuanya Inggris, atau kadang-kadang Spanyol dan Italia, mampus. Ternyata jadi penulis/wartawan itu capek banget. Apalagi kalo weekend, harus bangun pagi buat bikin ulasan pertandingan yang jumlahnya kadang 3-4 pertandingan.

Gue sempet senewen ketika dalam satu hari dikirim bahan berita yang isinya Special Feature mulu. Special Feature itu panjang, gak sependek prediksi atau ulasan pertandingan. Oh iya, gak ada hari libur ya. Sabtu-Minggu itu malah padet kerjaan. Peak-nya ya di hari Jumat. Karena rentang deadline yang deket-deketan, gue juga harus memperkirakan waktu ketika gue keluar rumah, karena kerjaan bisa datang tiba-tiba.

Salah satu yang bikin senewen lagi ya karena freelance makanya jarang keluar rumah, dan gak ada interaksi dengan orang lain. Penulis itu juga bebannya berat loh, terlebih karena kita manusia yang kadang tak luput dari kesalahan. Pernah gue secara fatal, salah menulis tuan rumah dari suatu pertandingan. Saat itu Liverpool yang jadi tuan rumah, malah Chelsea yang gue tulis jadi tuan rumah. Hasilnya, kena marah deh. Hehehe


Gak semuanya cerita pahit kok. Gue bangga banget ketika tulisan gue dibaca orang lain. Terkadang, 2/3 halaman utama portal itu berasal dari tulisan gue. Kadang gue bertanya-tanya, apa kerjaan penulis mereka yang lain yah. Gue mengakhiri kerja sebagai penulis ini setelah mendapat konfirmasi gue diterima kerja di sebuah perusahaan BUMN. Selama hampir dua bulan kerja, gue menghasilkan kurang lebih 500 tulisan. Keren kan….
»»  Selanjutnya...